Senin, 20 April 2020

Kapan Value Investor Menjual Sahamnya?


Hallo Sob! Jika kalian membeli saham dengan melihat fundamental atau kinerja perusahaan seperti Warren Buffett dan value investor lainnya, maka artikel kali ini sangat cocok untuk kalian. Konsep investasi yang dianut oleh Warren Buffett hingga mengantarkannya sebagai investor sekaligus orang terkaya di dunia adalah investasi jangka panjang atau long term investing. Dalam jangka panjang, seorang Buffett menikmati hasil investasinya hanya dari dividen yang dibagikan perusahaan dan kurang tertarik menjual sahamnya meski udah cuan ratusan bahkan ribuan persen yah. Salah satu saham perusahaan mendunia yang masih dimiliki sampai saat ini adalah Coca-Cola. Gak mau dijual tuh :(

Warren Buffett selaku investor sekaligus konsumen Coca-Cola

Namun, Buffett tetaplah Buffet. Banyak sekali orang diluar sana yang ingin meniru gaya investasinya namun sekali lagi jika tidak memiliki ketahanan dalam hal psikologis, maka akan sirna begitu saja. Pertanyaan yang menarik di kalangan investor pemula yang ingin menjadi value investor adalah “kapan seorang value investor menjual sahamnya?” tentunya pertanyaan tersebut sangat subjektif untuk dijawab dan bergantung dari individu tersebut. Kali ini penulis akan coba jabarkan waktu yang tepat untuk menjual saham dari sudut pandang penulis sebagai value investor juga. Let’s check this out!

Overvalue
Seorang value investor adalah investor yang membeli saham dengan keuntungan di muka. Maksudnya gimana? Jadi ketika membeli saham dengan katakanlah PBV 0,5x (rasio umum yang dipakai) atau di bawah PBV wajarnya 1x (hanya contoh) sebenarnya value investor sudah untung 0,5x dari potensi PBV tersebut. Dan saat yang terbaik untuk menjualnya adalah ketika PBV nya sudah menyentuh 1x (wajar) atau lebih. Benjamin Graham juga demikian, guru dari Buffet ini menjual saham apabila sudah dalam kategori kemahalan atau kenaikannya gila-gilaan sob! Di pasar modal, biasanya euforia selalu identik dengan kejatuhan, ingatlah selalu pesan Buffet “be fearful when others are greedy”. Namun sekali lagi indikator untuk menjudge harga saham murah atau mahal tergantung pendekatan valuasi yang sobat lakukan ya, semisal ada yang menggunakan metode valuasi relatif hingga valuasi absolut seperti Discounted Cash Flow. Tips dari penulis, jangan pernah meniru gaya valuasi orang lain yah, temukan gaya valuasimu dan sesuai dengan karaktermu dan terbukti make money, yang paling penting keep it simple guys!

Force Majeure
Situasi ini terjadi diluar kendali seorang value investor. Bisa saja ketika sobat telah menganalisis suatu perusahaan dengan teliti dan menemukan peluang berinvestasi disana harus tetap rugi karena diluar kuasa sobat semua yang salah satunya bisa diakibatkan oleh manajemen perusahaan (korupsi, dll). Contohnya ketika LPCK terjerat kasus Miekarta dan terlihat ada upaya cuci tangan dari laporan keuangan yang diterbitkan, maka keputusan yang paling tepat bagi seorang value investor adalah rela cut loss atau menjual saham tersebut untuk mengantisipasi kerugian yang lebih banyak lagi. Mending rugi dikit atau banyak? Selain itu kondisi force majeure juga dapat disebabkan karena faktor makroekonomi baik nasional maupun global yang memicu crash di market.

Switching
Berpindah, ya betul sekali. Tujuan kita memilih saham sebagai instrumen investasi karena saham menyajikan return paling tinggi dari aset finansial lainnya. Namun, high risk high return ya. Dengan menganalisis terlebih dahulu sebelum membeli, sebenarnya seorang value investor telah mengukur risk dan reward yang akan diterimanya di masa depan. Situasi yang tepat menjual saham dengan keputusan switching adalah ketika sobat menemukan saham (perusahaan) yang lebih menarik dari sisi kinerja, valuasi (lebih undervalue) dengan risiko yang lebih rendah tentunya daripada saham yang sobat miliki saat ini dan tentunya ada potensi keuntungan lebih disaham tersebut ya.

Nah itu dia alasan yang logis kenapa seorang value investor memutuskan untuk menjual sahamnya ya. Artikel ini based on my experience ya dan disclaimer on, semoga artikel ini bermanfaat ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar